“Ketika seorang penulis hanya menunggu, maka sebenarnya ia belum menjadi dirinya sendiri” Malam ini pertemuan ke-3, di group Belajar Menulis Gelombang 20. Sesaat setelah sholat Isya. Saya ngobrol ringan denga dua anak gadisku. Sang Sulung sedang sharing tentang pengalamannya mengikuti lomba Debat Bahasa Inggris hingga juara 1, saat SMA dan Mahasiswa. Sang adik antusias bertanya ini itu. Saya hanya komentar sedikit, seraya melipat mukenah, meraih Hp. Tanganpun langsung klik wa. group menulis Gelombang 20. Alhamdulillah pertemuan ke-3 sudah siap digelar. Bismillah! Pemateri hari ini Ibu Rita Wati, S. Kom. Beliau seorang teacher, operator, writer, kurator, moderator dan bloger. Berikut profil beliau : Tertarik dengan dunia tulis menulis sejak mahasiswa, sempat pula menghasilakn beberap cerpen, proses membuat novel. Sudah berhasil mencapi 80 halaman. Namun sayang , karya beliau kala itu terpendam di Hidden Folder. Hingga pandemi melanda dunia, group tulis menulis Om...
"JIKA SESEORANG INGIN MELIHAT DUNIA MAKA MEMBACALAH, JIKA INGIN DIKENAL MAKAN MENULISLAH" -IMAM SYAFI'I- "Sesungguhnya muara dari tulisan adalah BUKU" -THAMRIN DAHLAN- Pertemuan ke-8. Rabu 28 Juli 2021 Nara Sumber : Thamrin Dahlan , SKM, M.Si. Moderator : Mr. Bams TEMA : BUKU MAHKOTA PENULIS BUKU MUARA TULISAN Malam ini agak berbeda, Om Jay dan tim menghadirkan seorang senior yang sangat inspiratif. To the point, menjawab yang memang bidang beliau. Maklum penulis pemula ini kadang, menanyakan segala unek-unek, seputar materi. Kadang tidak sesuai dengan tema yang dibahas. He...he...he. Untung semua Nara sumber baik hati dan sadar. It's oke, pemula! Beliau Bapak H. Thamrin Dahlan , SKM, M.Si. Seo...
Tak peduli berkawin dengan seribu kesibukan, ketika konsisten adalah sebuah target, maka semua akan berjalan baik air menuju muara. Semua akan menjadi biasa-biasa saja. Dulu saya, bingung bagaimana menyelsaikan tulisan, mengingat tugas negara seperti peluru yang siap menembak kapan saja. Dua kalimat ibu pemateri cantik malam ini, Bunda Maesaroh, M. Pd. cukup menohok saya. Sejujurnya tugas mengajar daring, memang cukup menyita energi. Saya sudah berusaha sedemikian rupa mengatur jadwal waktu tetap saja. Begadang hingga tengah malam. Ada rasa bersalah di hati jika saya mengerjakan yang lain, sementara bagi saya para murid itu AMANAH. Namun malam ini, menjadi berbeda. Bu Rita Wati, selaku moderator cukup piawai membuka dan mengawal materi malam hari ini. Sejatinya semua yang dipaparkan Bu Maesaroh luar biasa. Sangat inspiratif dan luar biasa. Saya menemukan jawaban yang selama ini berkecamuk di benak saya. "Nich, orang kita baru buka lap top dia sudah share tu...
Komentar
Posting Komentar